New Page 1

..:: MENU UTAMA ::..

  Home

IP Add Komputer anda :

 184.72.91.94

- Home


- Produk

Khasiat Produk jelly gamat

Gold -G Baru

Harga : Rp.180.000,-

ditambah ongkos kirim jne sesuai tujuan

Isi : 320 ml



- Obat alami diabetes
 

- Obat alami stroke

 

- Obat alami persendian

 
- Obat alami jantung
 
- Obat alami paru-paru
 
- Obat alami osteoporosis
 

- Obat alami kista

 
- Obat alami sinusitis
 
- Obat alami maag

 

- Obat alami luka operasi
 
- Obat alami hepatitis
 
- Obat alami tumor lambung
 
- Obat alami thalasemia
 
- Obat alami nyeri haid
 
- Obat alami thyphus
 
- Obat alami batu ginjal
 
- Obat alami demam berdarah
 
- Obat alami asam urat
 
- Obat alami alergi antibiotik
 
- Obat alami kanker serviks
 
- Obat alami epilepsi
 
- Obat alami parkinson
 
- Obat alami lupus
 

Tata cara order & Pemesanan

 

 

Pembayaran Via

no rek.1480254976

no rek 1310007905260

keduanya atas nama :

Agus Supriatna

Pengiriman Via

 

artikel kesehatan :
1.penyebab utama maag kronis
2..obat herbal migrain pada saat menjelang haid
3.kenali serangan jantung sejak dini karena jantungnya sendiri tidak mempunyai serabut syaraf sakit
4.panduan diet dengan aktifitas fisik dan pola makan,berat turun badan fit
5.BEDA OBAT KIMIA DENGAN OBAT ALAMI
informasi penyakit :
apa itu kista
apa itu sinusitis
apa itu maag
apa itu hepatitis
apa itu tumor lambung
apa itu thalasemia
apa itu demam berdarah
apa itu kanker serviks
apa itu parkinson
apa itu lupus
 
 

 

 



 

 

.:: MEMBER AREA ::.

 Username

 

 Password

 

 

LUPA PASSWORD ?

Ambil dengan email anda 

 

 

Diperkenalkan : Agus Supriatna,IR - Garut

 

 

INFORMASI THALASEMIA


ORANG sering menyebut thalasemia mayor sebagai thalasemia saja. Ini adalah suatu kelainan darah akibat tidak cukupnya hemoglobin sehingga penderitanya harus mendapat transfusi darah dan perawatan medis secara teratur. Hemoglobin amat dibutuhkan karena berfungsiuntuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Dunia kedokteran membedakan thalasemia menjadi thalasemia mayor dengan trait. Mayor berarti menunjukkan gejala penyakit, yang biasanya sudah muncul sejak usia awal anak-anak. Sedang thalasemia trait-sering juga disebut minor-digunakan untuk orang-orang sehat, namun dapat meneruskan thalasemia mayor pada anak-anaknya.

Dalam buku Thalassaemia, Apakah Itu? Mengapa Terjadi? Bagaimana Mencegahnya? yang diterbitkan oleh Yayasan Thalassaemia Indonesia, disebutkan bahwa setiap tahun
setidaknya 100.000 anak lahir di dunia dengan thalasemia mayor.

Di Indonesia sendiri, tidak kurang dari 1.000 anak kecil menderita penyakit ini. Sedang mereka yang tergolong thalasemia trait jumlahnya mencapai sekitar 200.000 orang. Thalasemia, meski terdapat di banyak negara, memang secara khusus terdapat pada orang-orang yang berasal dari kawasan Laut Tengah, Timur Tengah, atau Asia. Jarang sekali ditemukan pada orang-orang dari Eropa Utara.

Saat ini pengobatan thalasemia mayor di Indonesia masih berupa transfusi darah, biasanya sekali dalam empat minggu. Anak-anak yang menjalani transfusi biasanya tumbuh normal dan hidup bahagia hingga usia dua puluhan tahun.

Namun, untuk hidup lama mereka perlu suntikan desferal hampir setiap hari. Soalnya, transfusi darah membuat zat besi menumpuk di dalam tubuh, dan desferal berfungsi membantu mengeluarkan zat besi dari tubuh melalui air seni. Dengan cara ini penderita thalasemia mayor bisa hidup normal dan sehat, bisa bekerja, menikah, dan mempunyai anak-anak.

Di negara maju, pengobatan terbaru adalah dengan cangkok sumsum tulang. Jaringan sumsum penderita diganti dengan sumsum tulang donor yang cocok-biasanya dari orangtua atau saudara-sehingga mampu memproduksi sendiri sel-sel darah merah yang cukup mengandung hemoglobin. Cuma, biayanya memang masih amat mahal.

Mereka yang tergolong thalasemia trait bisa melakukan berbagai pencegahan agar anak-anaknya tidak menjadi sakit. Salah satunya adalah menikah dengan pasangan yang berdarah normal. Anak-anak yang dilahirkan pasangan ini tidak akan terkena thalasemia mayor, meski dapat terkena thalasemia trait.

Pada suami-istri yang tergolong thalasemia trait, untuk mencegah kemungkinan melahirkan anak penderita thalasemia mayor bisa dilakukan dengan perencanaan kelahiran yang teliti. Hal ini bisa dilakukan dengan bantuan dokter serta seorang ahli genetika.

Pentingnya Mencegah Thalasemia MayorDi Indonesia, tidak banyak orang yang paham apa yang dimaksud dengan penyakit thalasemia mayor. Padahal, di antara kita ada ratusan ribu orang-orang pembawa sifat thalasemia yang bisa diturunkan kepada anak-anak mereka.

Biaya yang harus ditanggung untuk pengobatan thalasemia pun sangat fantastis. Jika 5.000-an penderita thalasemia mendapatkan perawatan memadai, biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp 1,25 triliun per tahun.Menurut perhitungan, seorang pasien penderita thalasemia memerlukan biaya untuk perawatan sebesar Rp 250 juta per tahun. Ini untuk biaya transfusi darah, peralatan, perawatan, obat desferal, dan keperluan lain, seperti menyewa/membeli alat pompa infus. Angka tersebut di luar biaya dokter.

Kenyataan yang memprihatinkan, dari 5.000-an penderita thalasemia mayor, 85 persen umumnya berasal dari keluarga miskin. Karena keterbatasan biaya, maka mereka terpaksa menjalani pengobatan secara tidak maksimal. Suntikan desferal yang idealnya diberikan 20 hari, hanya bisa 5-10 hari. Dengan realitas seperti ini, sampai umur berapakah anak-anak penderita thalasemia bisa bertahan?

Ketua Pusat Thalasemia Indonesia Prof Dr Iskandar Wahidijat SpA(K) memaparkan, thalasemia adalah suatu penyakit genetik/keturunan yang diturunkan dari kedua orangtua. Kedua orangtua secara klinis sehat, tetapi karena keduanya sebagai pembawa sifat dan kebetulan gen yang buruk bertemu pada satu anak, maka ini yang disebut thalasemia mayor.

Yang menjadi masalah adalah ketika si anak menerima gen yang jelek dari ibu dan ayah. Ini yang berat. Tidak jarang belum berusia satu tahun sudah harus ditransfusi. Hidupnya bergantung pada transfusi darah karena umur sel darah merahnya tidak panjang.

Sel darah merah pada orang normal umurnya tiga-empat bulan. Namun, pada penderita thalasemia, hanya satu-dua bulan sel darah merahnya sudah hancur. Ini yang disebut anemia. Thalasemia mayor adalah suatu jenis anemia yang berbeda, disebabkan karena tidak cukupnya hemoglobin.

Harus transfusi

Hampir semua penyakit genetik/keturunan sampai sekarang belum ada obatnya. Obatnya adalah transfusi darah. Ironinya, pasien thalasemia justru meninggal karena transfusi, seperti kelebihan zat besi dan penyakit yang didapat dari donor (hepatitis B, hepatitis C, dan HIV).

Dampak lain transfusi adalah penimbunan zat besi. Akumulasi zat besi merupakan konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari transfusi darah dan dapat mengancam nyawa, dapat menyebabkan kerusakan hati, jantung, dan kelenjar hormon.

Tubuh tidak memiliki mekanisme alami untuk membuang kelebihan zat besi sehingga proses pengikatan zat besi digunakan sebagai pengobatan yang efektif untuk kelebihan zat besi. Pada proses pengikatan zat besi, obat mengikat zat besi yang terdapat pada tubuh dan jaringan serta dapat membantu membuangnya melalui urine atau kotoran. Sejak tahun 1985 telah digunakan desferal (deferoxamine), yang diberikan melalui infus dengan pompa yang harganya 350 dollar AS per pompa.

Pemakaian pompa suntik ini menyakitkan bagi anak-anak. Bagian tubuh yang diinfus menjadi nyeri dan bengkak sehingga mengurangi tingkat kepatuhan berobat. Ini jelas membahayakan mereka jika tidak rutin melakukan kelasi/mengeluarkan timbunan zat besi.

Dengan mengetahui kondisi kita, orang-orang pembawa sifat thalasemia bisa menghindari pernikahan dengan sesama pembawa sifat untuk menghindari kelahirkan anak-anak dengan thalasemia mayor.“Tentu kita tidak bisa melarang pernikahan sesama pembawa sifat, silakan saja menikah. Di Siprus, yang beragama Ortodox Yunani, saat mereka akan menikah, gereja selalu menanyakan: apakah kamu sudah diperiksa thalasemia? Jika belum, mereka harus memeriksakan diri terlebih dahulu,” tutur Prof Iskandar Jika keduanya ternyata pembawa sifat, tetap diperbolehkan menikah. Akan tetapi, saat si istri hamil, pada kehamilan 10 minggu dia harus memeriksakan diri ke pusat thalasemia untuk diperiksa apakah si janin thalasemia mayor atau tidak.

Pasangan sesama pembawa sifat kemungkinan melahirkan anak yang menderita thalasemia mayor sebanyak 25 persen, anak yang normal 25 persen, dan anak-anak yang menjadi pembawa sifat 50 persen. Di Siprus, jika ternyata si janin menderita thalasemia mayor, pusat thalasemia akan memberikan pemahaman risiko seperti apa yang harus ditanggung orangtua, termasuk soal tingginya biaya yang diperlukan, mengingat seumur hidup anak itu
memerlukan transfusi darah. Bagi orangtua yang tidak siap memiliki anak thalasemia mayor, ada pilihan menghentikan kehamilan. Pencegahan seperti itulah yang dilakukan negara-negara tersebut.

Di Indonesia, pemerintah belum melihat persoalan thalasemia dan masih sibuk dengan kasus-kasus infeksi. “Jadi, kalau bisa kita cegah. Jangan menambah pasien thalasemia mayor. Bayangkan, saya pernah ketemu seorang ibu yang empat anaknya jadi pasien saya. Ibu itu tahu empat anaknya akan meninggal. Bagaimana perasaannya? Ada lagi yang anaknya 11 orang, lima di antaranya thalasemia mayor. Bayangkan…,” kata Prof Iskandar
Wahidijat.

 

baca artikel lainnya tentang ::

alergi antibiotik=asam urat=demam berdarah=diabetes=epilepsi=ginjal=nyeri haid=hepatitis=jantung=kanker serviks=kista=luka operasi=lupus=maag=osteoporosis=parkinson=paru-paru=persendian=sinusitis=stroke=tumor lambung=typhus

pastikan jellygamat sebagai obat alami thalasemia

 

Pengelola : Agus Supriatna,Ir Jl.Subyadinata No.41 Jayaraga Garut-Jawa Barat 44151

sms format pemesanan :KO:jumlah pesanan:nama:alamat:no hp kirim ke Hp.081321864017,transfer setelah barang sampai

www.obat-pengobatanalami.com