New Page 1

..:: MENU UTAMA ::..

  Home

IP Add Komputer anda :

 72.44.48.122

- Home


- Produk

Khasiat Produk jelly gamat

Gold -G Baru

Harga : Rp.180.000,-

ditambah ongkos kirim jne sesuai tujuan

Isi : 320 ml



- Obat alami diabetes
 

- Obat alami stroke

 

- Obat alami persendian

 
- Obat alami jantung
 
- Obat alami paru-paru
 
- Obat alami osteoporosis
 

- Obat alami kista

 
- Obat alami sinusitis
 
- Obat alami maag

 

- Obat alami luka operasi
 
- Obat alami hepatitis
 
- Obat alami tumor lambung
 
- Obat alami thalasemia
 
- Obat alami nyeri haid
 
- Obat alami thyphus
 
- Obat alami batu ginjal
 
- Obat alami demam berdarah
 
- Obat alami asam urat
 
- Obat alami alergi antibiotik
 
- Obat alami kanker serviks
 
- Obat alami epilepsi
 
- Obat alami parkinson
 
- Obat alami lupus
 

Tata cara order & Pemesanan

 

 

Pembayaran Via

no rek.1480254976

no rek 1310007905260

keduanya atas nama :

Agus Supriatna

Pengiriman Via

 

artikel kesehatan :
1.penyebab utama maag kronis
2..obat herbal migrain pada saat menjelang haid
3.kenali serangan jantung sejak dini karena jantungnya sendiri tidak mempunyai serabut syaraf sakit
4.panduan diet dengan aktifitas fisik dan pola makan,berat turun badan fit
5.BEDA OBAT KIMIA DENGAN OBAT ALAMI
informasi penyakit :
apa itu kista
apa itu sinusitis
apa itu maag
apa itu hepatitis
apa itu tumor lambung
apa itu thalasemia
apa itu demam berdarah
apa itu kanker serviks
apa itu parkinson
apa itu lupus
 
 

 

 



 

 

.:: MEMBER AREA ::.

 Username

 

 Password

 

 

LUPA PASSWORD ?

Ambil dengan email anda 

 

 

Diperkenalkan : Agus Supriatna,IR - Garut

 

 

obat alami thalasemia

 

obat alami thalasemia

Ini salah satu bukti keunggulan obat alami :

"Salwa tak lagi demam,hasil laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin Salwa naik ke angka 10,kesehatan Salwa berangsur normal diberi minum jellygamat untuk thalasemia yang dideritanya"

 

TESTIMONI :

obat alami thalasemia

kronis.Trubus 456 – November 2997

Ini hasil riset yang mencengangkan: 20 juta penduduk Indonesia membawa penyakit talasemia. Mereka berpeluang mewariskan penyakit kelainan darah itu kepada keturunannya. Pasangan Tarkiman dan Siti Maryati di Cianjur, Jawa Barat misalnya, menurunkan penyakit itu kepada buah hati mereka, Salwa Wijaya.

Salwa Wijaya (3 tahun) tak seperti bocah seusianya yang tengah lucu-lucunya. Tubuh sulung 2 bersaudara itu kurus kering. Suhu tinggi kerap menghampirinya Pertumbuhannya juga lambat. Ia baru dapat berjalan ketika usianya 2,5 tahun. Pada tahap itu Siti Maryati tak curiga bahwa anaknya mengidap talasemia. Ia hanya menduga anaknya kurus kering lantaran enggan makan.

Ketika benjolan seukuran buah kedondong muncul di pinggang kiri perempuan itu, Siti bergegas ke dokter. Hasil diagnosis dokter, Salwa kelelahan. Siti tak puas atas diagnosis itu sehinga mendatangi dokter kedua. Ahli medis itu menyarankan agar Salwa menjalani tes darah. Ketika itu kulit Salwa pucat, perut membuncit, dan urine lebih gelap. Misteri itu terpecahkan di Rumahsakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Bocah kelahiran 5 Februari 1997 itu postif talasemia.

Benjolan di pinggang itu ternyata limpa yang membengkak. Organ itu membesar lantaran tak dapat menjalankan fungsinya membersihkan darah. Dokter mengatakan belum ada penawar alias obat talasemia. ”hanya transfusi darah penyambung hidupnya,” kata Tarkiman mengulangi pernyataan dokter. Dua minggu sekali, Salwa harus menjalani transfusi sebanyak 2-3 kantong darah.

Transfusi
Di dalam tubuh pasien talasemia terjadi perubahan atau mutasi gen pembawa kode genetik untuk pembuatan hemoglobin. Akibatnya, kualitas sel darah merah tidak baik dan gagal bertahan hidup lama. Pasien talasemia mesti menjalani transfusi untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh. Tugas hemoglobin berfungsi mengikat dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Kadar hemoglobin dalam tubuh rendah menyebabkan kelelahan, bahkan pingsan. Karena lama merawat Salwa, Siti akhirnya mengetahui kapan Salwa mesti mesti menjalani transfusi darah.”Tanda-tanda Salawa harus ditransfusi darah, bibirnya putih pucat, mimisan, lemas lunglai, dan tonjolan membengkak di pinggangnya,” kata Siti. Saat itu, kadar hemoglobin dalam darah Salwa hanya 6, kadar normal 12-16.

Setelah transfusi, hemoglobin hanya meningkat 1 angka, menjadi 7. Itu sebabnya tubuh Salwa masih tetap lemah. ”Saya hampir tak pernah mengikuti pelajaran olahraga,” kata Salwa yang kini berusia 10 tahun.

Titik terang tentang kesembuhan datang pada Mei 2007. Saat itu seorang perawat di RSU Cianjur menceritakan ekstrak teripang untuk membantu mengatasi penderitaan anaknya.

Semula Tarkiman enggan memberikan ekstrak itu, karena tidak yakin bisa menyembuhkan penyakit Salwa. Maklum, sebelumnya ia mencoba berbagai suplemen kesehatan anjuran rekan-rekannya, tetapi tetap gagal. ”Semuanya sudah dicoba, mulai dari jamu-jamuan sampai dengan pengobatan alternatif dengan mediasi, semuanya gagal,” kata Tarkiman.

Genetik
Suatu ketika pikiran Tarkiman berubah: tak ada salahnya untuk mencoba. Cairan kental itu dikonsumsi Salwa 2 kali satu sendok makan sehari. Dosis itu ditambah dengan 5 butir spirulina 2 kali sehari. Pekan pertama, Salwa tak lagi demam. Tiga pekan kemudian, hasil laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin Salwan melonjak ke angka 10. Artinya, kesehatan Salwa berangsur normal.

Setelah 3 bulan mengkonsumsi, frekwensi transfusi darah berkurang dari 2 kali per bulan masing-masing 2-3 kantong menjadi 1 kali sebulan hanya 1 kantong. Walau begitu, kadar hemoglobin tetap ajek di atas angka 10. Bobot tubuh meningkat menjadi 28 kg, sebelumnya 20kg. Pun, limpa Salwa kini tak pernah membengkak. Perubahan itu menggembirakan keluarga Tarkiman.

Menurut ketua Pusat Talasemia Indonesia, Prof. Dr. Iskandar Wahidijat SpA(K), talasemia adalah suatu penyakit genetik yang diturunkan dari kedua orang tua. Kedua orang tua secara klinis boleh saja terlihat sehat, walau sebetulnya salah satu gen-nya pembawa sifat penyakit itu. Nah, bila kedua gen itu bertemu, maka anak mereka akan mengidap talasemia. Hidup anak bergantung pada transfusi darah, karena umur sel darah merahnya tidak panjang, hanya 1-2 bulan, normalnya 3-4 bulan.

Glukosaminoglikan
Lalu, soal ekstrak teripang mengatasi talasemia? Itu bukan kebetulan belaka. Paulo Antonio de Souza Morao dari Fakultas Biomedika, Universidade Federal Rio de Jeneiro Brazil, membuktikannya. Menurut Paulo, glukosaminoglikan dalam teripang mampu mengatasi tulang rapuh pada penderita talasemia mayor. Senyawa itu berefek memperbaiki aliran darah dan melancarkan cairan yang tersumbat.

 

SOLUSI MENGOBATI THALASEMIA DENGAN OBAT ALAMI

MENGAPA HARUS DENGAN OBAT ALAMI ?

SIMAK DULU PERBEDAAN OBAT ALAMI DAN OBAT KIMIA

 

Obat kimia:

1. Lebih diarahkan untuk menghilangkan gejala-gejalanya saja.

2. Bersifat sympthomatis yang hanya untuk mengurangi penderitaannya saja.

3. Bersifa paliatif artinya penyembuhan yang bersifat spekulatif, bila tepat penyakit akan sembuh, bila tidak akan menjadi racun yang berbahaya.

4. Lebih diutamakan untuk penyakit-penyakit yang sifatnya akut (butuh pertolongan segera) seperti asma akut, diare akut, patah tulang, infeksi akut dan lain-lain.

5. Reakdi cepat, namun bersifat destruktif artinya melemahkan organ tubuh lain, terutama jika dipakai terus-menerus dalam jangka waktu lama.

6. Efek samping yang bisa ditimbulkan iritasi lambung dan hati, kerusakan ginjal, mengakibatkan lemak darah.

Obat Herbal/alami :

1. Diarahkan pada sumber penyebab penyakit dan perbaikan fungsi serta organ-organ yang rusak.

2. Bersifat rekonstruktif atau memperbaiki organ dan membangun kembali organ-organ, jaringan atau sel-sel yang rusak.

3. Bersifat kuratif artinya benar-benar menyembuhkan karena pengobatannya pada sumber penyebab penyakit.

4. Lebih diutamakan untuk mencegah penyakit, pemulihan penyakit-penyakit komplikasi menahun, serta jenis penyakit yang memerluakan pengobatan lama.

5. Reaksi lambat tetepi bersifat konstruktif atau memperbaiki dan membangun kembali organ-organ yang rusak.

6. Efek samping hampir tidak ada, asalkan diramu oleh herbalis yang ahli dan berpengalaman.

AWAS !!! Waspadai Efek Samping Obat Kimia


Sedangkan proses penyembuhan secara garis besar digolongkan menjadi 3, yaitu:

1. Proses penyesuaian tubuh, dimana tubuh menyesuaikan sistem metabolisme untuk bisa memanfaatkan pengobatan yang diberikan. Reaksi yang mungkin muncul berbeda-beda pada tiap individu, misal: pusing, mual, sakit perut.

2. Proses detoksifikasi, dimana tubuh mengeluarkan racun atau zat-zat berbahaya dari dalam tubuh ketika/setelah menerima pengobatan. Reaksi yang mungkin muncul: batuk-batuk, pilek, demam, gatal-gatal, borok, banyak mengeluarkan keringat, sering buang air kecil dan besar.

3. Proses regenerasi, dimana setelah menerima pengobatan, tubuh menganti sel-sel lama dengan sel-sel baru untuk memperbaiki sel, jaringan atau organ yang telah rusak.

Reaksi yang mungkin muncul: rasa sakit pada bagian tubuh tertentu, kulit pecah-pecah, badan lemas, demam, dll. Proses penyembuhan yang terkadang menimbulkan reaksi tidak nyaman di atas, harus dialami oleh tubuh supaya tubuh bisa mengalami kesembuh

INI SALAH SATU CONTOH KASUS BAHAYA OBAT KIMIA

 

Purworejo, CyberNews. Nasib sial dialami Sumino (26), warga RT 02/ RW 01 Desa Ponggok, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Maksud hati berobat supaya sembuh dari demam yang dideritanya, malah dia terkena penyakit baru. Hampir seluruh kulit di badannya gosong melepuh. Diduga Sumino keracunan obat.Ditemui di ruang rawat inap Puskesmas, Cangkrep, Purworejo, Rabu (2/4),Dokter Ismanto menjelaskan, dari hasil diagnosa sementara diketahui Sumino terkena slein rash dan eryten yang luas. Jika dibiarkan, maka kondisinya sampai pada steven yansen syndiance. "Kemungkinan pasien memang keracunan obat yang diminum sebelumnya.

Hampir seluruh kulit di badannya bengkang. Mulai dari bibir, kelopak mata, kulitnya bersisik hitam dan timbul sulcus peradangan. "Diagnosa sementara kita simpulkan karena drug eruption atau keracunan obat," katanya.(Nur Kholiq /CN05)

 

JANGAN SAMPAI HAL INI TERJADI PADA DIRI ANDA!

MULAI DETIK INI GUNAKANLAH OBAT HEBAL ALAMI !

INFORMASI THALASEMIA


ORANG sering menyebut thalasemia mayor sebagai thalasemia saja. Ini adalah suatu kelainan darah akibat tidak cukupnya hemoglobin sehingga penderitanya harus mendapat transfusi darah dan perawatan medis secara teratur. Hemoglobin amat dibutuhkan karena berfungsiuntuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Dunia kedokteran membedakan thalasemia menjadi thalasemia mayor dengan trait. Mayor berarti menunjukkan gejala penyakit, yang biasanya sudah muncul sejak usia awal anak-anak. Sedang thalasemia trait-sering juga disebut minor-digunakan untuk orang-orang sehat, namun dapat meneruskan thalasemia mayor pada anak-anaknya.

Dalam buku Thalassaemia, Apakah Itu? Mengapa Terjadi? Bagaimana Mencegahnya? yang diterbitkan oleh Yayasan Thalassaemia Indonesia, disebutkan bahwa setiap tahun
setidaknya 100.000 anak lahir di dunia dengan thalasemia mayor.

Di Indonesia sendiri, tidak kurang dari 1.000 anak kecil menderita penyakit ini. Sedang mereka yang tergolong thalasemia trait jumlahnya mencapai sekitar 200.000 orang. Thalasemia, meski terdapat di banyak negara, memang secara khusus terdapat pada orang-orang yang berasal dari kawasan Laut Tengah, Timur Tengah, atau Asia. Jarang sekali ditemukan pada orang-orang dari Eropa Utara.

Saat ini pengobatan thalasemia mayor di Indonesia masih berupa transfusi darah, biasanya sekali dalam empat minggu. Anak-anak yang menjalani transfusi biasanya tumbuh normal dan hidup bahagia hingga usia dua puluhan tahun.

Namun, untuk hidup lama mereka perlu suntikan desferal hampir setiap hari. Soalnya, transfusi darah membuat zat besi menumpuk di dalam tubuh, dan desferal berfungsi membantu mengeluarkan zat besi dari tubuh melalui air seni. Dengan cara ini penderita thalasemia mayor bisa hidup normal dan sehat, bisa bekerja, menikah, dan mempunyai anak-anak.

Di negara maju, pengobatan terbaru adalah dengan cangkok sumsum tulang. Jaringan sumsum penderita diganti dengan sumsum tulang donor yang cocok-biasanya dari orangtua atau saudara-sehingga mampu memproduksi sendiri sel-sel darah merah yang cukup mengandung hemoglobin. Cuma, biayanya memang masih amat mahal.

Mereka yang tergolong thalasemia trait bisa melakukan berbagai pencegahan agar anak-anaknya tidak menjadi sakit. Salah satunya adalah menikah dengan pasangan yang berdarah normal. Anak-anak yang dilahirkan pasangan ini tidak akan terkena thalasemia mayor, meski dapat terkena thalasemia trait.

Pada suami-istri yang tergolong thalasemia trait, untuk mencegah kemungkinan melahirkan anak penderita thalasemia mayor bisa dilakukan dengan perencanaan kelahiran yang teliti. Hal ini bisa dilakukan dengan bantuan dokter serta seorang ahli genetika.

Pentingnya Mencegah Thalasemia MayorDi Indonesia, tidak banyak orang yang paham apa yang dimaksud dengan penyakit thalasemia mayor. Padahal, di antara kita ada ratusan ribu orang-orang pembawa sifat thalasemia yang bisa diturunkan kepada anak-anak mereka.

Biaya yang harus ditanggung untuk pengobatan thalasemia pun sangat fantastis. Jika 5.000-an penderita thalasemia mendapatkan perawatan memadai, biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp 1,25 triliun per tahun.Menurut perhitungan, seorang pasien penderita thalasemia memerlukan biaya untuk perawatan sebesar Rp 250 juta per tahun. Ini untuk biaya transfusi darah, peralatan, perawatan, obat desferal, dan keperluan lain, seperti menyewa/membeli alat pompa infus. Angka tersebut di luar biaya dokter.

Kenyataan yang memprihatinkan, dari 5.000-an penderita thalasemia mayor, 85 persen umumnya berasal dari keluarga miskin. Karena keterbatasan biaya, maka mereka terpaksa menjalani pengobatan secara tidak maksimal. Suntikan desferal yang idealnya diberikan 20 hari, hanya bisa 5-10 hari. Dengan realitas seperti ini, sampai umur berapakah anak-anak penderita thalasemia bisa bertahan?

Ketua Pusat Thalasemia Indonesia Prof Dr Iskandar Wahidijat SpA(K) memaparkan, thalasemia adalah suatu penyakit genetik/keturunan yang diturunkan dari kedua orangtua. Kedua orangtua secara klinis sehat, tetapi karena keduanya sebagai pembawa sifat dan kebetulan gen yang buruk bertemu pada satu anak, maka ini yang disebut thalasemia mayor.

Yang menjadi masalah adalah ketika si anak menerima gen yang jelek dari ibu dan ayah. Ini yang berat. Tidak jarang belum berusia satu tahun sudah harus ditransfusi. Hidupnya bergantung pada transfusi darah karena umur sel darah merahnya tidak panjang.

Sel darah merah pada orang normal umurnya tiga-empat bulan. Namun, pada penderita thalasemia, hanya satu-dua bulan sel darah merahnya sudah hancur. Ini yang disebut anemia. Thalasemia mayor adalah suatu jenis anemia yang berbeda, disebabkan karena tidak cukupnya hemoglobin.

Harus transfusi

Hampir semua penyakit genetik/keturunan sampai sekarang belum ada obatnya. Obatnya adalah transfusi darah. Ironinya, pasien thalasemia justru meninggal karena transfusi, seperti kelebihan zat besi dan penyakit yang didapat dari donor (hepatitis B, hepatitis C, dan HIV).

Dampak lain transfusi adalah penimbunan zat besi. Akumulasi zat besi merupakan konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari transfusi darah dan dapat mengancam nyawa, dapat menyebabkan kerusakan hati, jantung, dan kelenjar hormon.

Tubuh tidak memiliki mekanisme alami untuk membuang kelebihan zat besi sehingga proses pengikatan zat besi digunakan sebagai pengobatan yang efektif untuk kelebihan zat besi. Pada proses pengikatan zat besi, obat mengikat zat besi yang terdapat pada tubuh dan jaringan serta dapat membantu membuangnya melalui urine atau kotoran. Sejak tahun 1985 telah digunakan desferal (deferoxamine), yang diberikan melalui infus dengan pompa yang harganya 350 dollar AS per pompa.

Pemakaian pompa suntik ini menyakitkan bagi anak-anak. Bagian tubuh yang diinfus menjadi nyeri dan bengkak sehingga mengurangi tingkat kepatuhan berobat. Ini jelas membahayakan mereka jika tidak rutin melakukan kelasi/mengeluarkan timbunan zat besi.

Dengan mengetahui kondisi kita, orang-orang pembawa sifat thalasemia bisa menghindari pernikahan dengan sesama pembawa sifat untuk menghindari kelahirkan anak-anak dengan thalasemia mayor.“Tentu kita tidak bisa melarang pernikahan sesama pembawa sifat, silakan saja menikah. Di Siprus, yang beragama Ortodox Yunani, saat mereka akan menikah, gereja selalu menanyakan: apakah kamu sudah diperiksa thalasemia? Jika belum, mereka harus memeriksakan diri terlebih dahulu,” tutur Prof Iskandar Jika keduanya ternyata pembawa sifat, tetap diperbolehkan menikah. Akan tetapi, saat si istri hamil, pada kehamilan 10 minggu dia harus memeriksakan diri ke pusat thalasemia untuk diperiksa apakah si janin thalasemia mayor atau tidak.

Pasangan sesama pembawa sifat kemungkinan melahirkan anak yang menderita thalasemia mayor sebanyak 25 persen, anak yang normal 25 persen, dan anak-anak yang menjadi pembawa sifat 50 persen. Di Siprus, jika ternyata si janin menderita thalasemia mayor, pusat thalasemia akan memberikan pemahaman risiko seperti apa yang harus ditanggung orangtua, termasuk soal tingginya biaya yang diperlukan, mengingat seumur hidup anak itu
memerlukan transfusi darah. Bagi orangtua yang tidak siap memiliki anak thalasemia mayor, ada pilihan menghentikan kehamilan. Pencegahan seperti itulah yang dilakukan negara-negara tersebut.

Di Indonesia, pemerintah belum melihat persoalan thalasemia dan masih sibuk dengan kasus-kasus infeksi. “Jadi, kalau bisa kita cegah. Jangan menambah pasien thalasemia mayor. Bayangkan, saya pernah ketemu seorang ibu yang empat anaknya jadi pasien saya. Ibu itu tahu empat anaknya akan meninggal. Bagaimana perasaannya? Ada lagi yang anaknya 11 orang, lima di antaranya thalasemia mayor. Bayangkan…,” kata Prof Iskandar
Wahidijat.

kata pencarian :

obat alami thalasemia,obat alami thalasemia,obat alami thalaasemia,obat alami thalasemia,obat alami thalasemia,obat alami thalasemia,obat alami thalaasemia,obat alami thalasemia ,obat alami thalasemia,obat alami thalasemia,obat alami thalaasemia,obat alami thalasemia ,obat alami thalasemia,obat alami thalasemia,obat alami thalaasemia,obat alami thalasemia obat alami thalasemia,obat alami thalasemia,obat alami thalaasemia,obat alami thalasemia , obat alami thalasemia,obat alami thalasemia,obat alami thalaasemia,obat alami thalasemia

pastikan jellygamat sebagai obat alami thalasemia

 

Pengelola : Agus Supriatna,Ir Jl.Subyadinata No.41 Jayaraga Garut-Jawa Barat 44151

sms format pemesanan :KO:jumlah pesanan:nama:alamat:no hp kirim ke Hp.081321864017,transfer setelah barang sampai

www.obat-pengobatanalami.com