New Page 1

..:: MENU UTAMA ::..

  Home

IP Add Komputer anda :

 38.107.179.221

 

 

Khasiat Produk

Harga : Rp.171.000,-

Isi : 320 ml


Obat alami diabetes


Obat alami persendian


Obat alami stroke


Obat alami jantung

 

Obat alami paru-paru

 

Obat alami osteoporosis

 
 

Obat alami sinusitis

 

Obat alami maag

 

Obat alami luka menganga dan operasi

 

Obat alami hepatitis

 

Obat alami tumor lambung

 
 
 

Obat alami typhus

 
 
 

Obat alami epilepsi

 

 

 
 
 
 
 

Pembayaran Via

 
 

Pengiriman Via

 

Pendaftaran


Kontak Kami


News/Berita

 
 

BEDA OBAT KIMIA DENGAN OBAT ALAMI

 
 TRIK CEPAT DATANGKAN TRAFFIC WEB / BLOG

 

.:: MEMBER AREA ::.

 Username

 

 Password

 

 

LUPA PASSWORD ?

Ambil dengan email anda 

 

 

 

Diperkenalkan : Agus Supriatna,IR - Garut

 

 

OBAT ALAMI PARKINSON

Ini salah satu bukti keunggulan obat alami:

"Sudah 7 bulan Adang rutin minum obat alami ekstrak teripang itu. Ia tak menyangka, konsumsi gamat yang ditujukan untuk asam urat dan mag, juga mampu redakan parkinson"

 

TESTIMONI :

Waktu istirahat hampir tiba ketika Adang Saimin menulis proposal kerja sama. Pensiunan TNI Angkatan Darat itu menulis dengan pena di atas kertas. Belum juga buah pikirannya rampung dituangkan, tangan kanannya bergetar hebat. Tulisan tangan pun acak-acakan. Ia mencoba mengendalikan gerakan tangan, tetapi gagal total.

Adang Saimin beristirahat sejenak. Pria 69 tahun itu berharap getaran itu berhenti. Ia juga membaluri lengannya dengan minyak gosok. Kemudian ketua Dewan Pemimpin Cabang Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI dan Polisi itu mengompres lengannya dengan air hangat. Siang itu getaran tangannya berhenti. Kerisauan Adang bakal terjadi sesuatu pun berakhir.

Keesokan hari, Adang seolah lupa pada peristiwa itu. Ia beraktivitas seperti biasa di kantor. Namun, ketenangan itu hanya dirasakan sesaat. Ketika melanjutkan menulis, tiba-tiba tangan kanannya kembali bergetar. Adang sangat khawatir peristiwa itu berulang terus. Dugaannya tidak meleset, gangguan itu tak hanya kambuh sesekali saja. Sejak itu tangan kanannya bergetar terus. Tangan saya bergerak terus, getarannya hebat, kata Adang. Usaha dengan obat gosok dan air hangat tak mampu menekan gangguan itu.

Parkinson

Aktivitas pria kelahiran Garut itu tentu sangat terganggu. Namun, gangguan itu tak membuatnya absen dari kantor. Seperti biasa, pagi-pagi Adang berangkat ke kantor mengendarai mobilnya. Tak disangka, untuk menyetir pun Adang kesulitan. Saat menyetir, getaran tangan saya membuat setir bergoyang-goyang, kata ayah 8 anak itu. Sesampainya di kantor, praktis kegiatan Adang lumpuh terutama untuk aktivitas tulis-menulis.

Gerakan yang menjengkelkan itu tak ada hentinya, sehingga membuat tidur kakek 15 cucu itu tak nyenyak. Bagaimana tidak, ketika tangan di bawah kepala, kepala pun ikut bergetar. Adang sulit tidur. Meski mata mengantuk, tapi gerakan tangan itu membuatnya tetap terjaga. Seakan selalu ada yang membuat saya terjaga, katanya.

Kesulitan yang dihadapi Adang selama 2 minggu itu mendorongnya datang ke dokter ahli penyakit saraf. Ahli medis itu mendiagnosis ada saraf Adang yang lemah karena pengaruh faktor bertambahnya usia dan dikatakan sebagai parkinson. Saat mendengarnya, Adang hanya pasrah. Dia hanya mengikuti saran dokter yang memberinya 2 jenis obat untuk mengurangi intensitas getaran.

Sejak itu ia mengkonsumsi obat parkinson dari dokter setiap hari. Perubahan membaik dirasakan pria yang hobi bermain tenis itu. Getaran yang dirasakan agak berkurang, tak sehebat sebelumnya. Adang pun terus rutin mengkonsumsi obat itu.

Dopamine

Parkinson merupakan gejala kekurangan dopamine-zat yang mempengaruhi gerak otot-yang diproduksi oleh sel saraf berpigmen di otak. Merujuk keterangan dr Hardhi Pranata, SpS MARS, gejala parkinson meliputi tremor-getaran pada anggota gerak, gerakan menjadi lamban dan rigiditas (kaku) otot. Penderita terlihat bergetar tangan atau kakinya, jalannya lambat, langkah pendek dan kaku.

Penyakit parkinson ada 2 macam: primer dan sekunder. Parkinson primer terjadi karena produksi dopamine rendah yang tidak diketahui penyebabnya. Sedangkan parkinson sekunder disebabkan faktor dari luar. Misalnya, asupan obat-obat antihipertensi, antiaritmia, jantung, antimuntah, atau obat gangguan jiwa. Selain itu keracunan akibat zat-zat polutan seperti karbon monoksida, sianida, karbon disulfida, pestisida, dan herbisida bisa merusak sel saraf yang memproduksi dopamine. Infeksi virus, trauma kepala, dan stroke juga bisa menimbulkan parkinson.

Parkinson umumnya menyerang pasien usia lanjut akibat proses degeneratif. Ada beberapa cara pengobatan parkinson. Pertama, dengan memperpanjang efek kerja dari dopamine misalnya dengan obat selegiline. Kedua, bisa dengan mensubstitusi dopamine misalnya dengan L-dopa, Pramipexole, dan Bromoriptin.

Memperlambat kerusakan sel yang memproduksi dopamine merupakan strategi lain. Cara terakhir ini bisa dengan konsumsi zat-zat antioksidan sehingga mengurangi efek degenerasi. Dianjurkan pada penderita parkinson, konsumsi vitamin E sebagai antioksidan 1-2 g/hari, kata dokter spesialis saraf itu.

Gamat

Tak hanya parkinson, Adang juga menderita hipertensi, jantung, asam urat, dan mag. Obat jantung dan hipertensi pun harus masuk ke tubuhnya setiap hari. Kebiasaan konsumsi obat itulah yang mungkin menjadi penyebab timbulnya parkinson yang diderita Adang.

Atas saran keponakannya yang tinggal di Bogor, Adang mengkonsumsi ekstrak teripang alias gamat. Bukan untuk parkinson yang dideritanya, tapi untuk asam urat dan mag. Sejak Januari 2007, Adang mengkonsumsi 2 sendok makan gamat setiap hari. Pada bulan ke-3, perut yang terasa melilit setiap kali kambuh mag, hilang sama sekali. Ngilu pada sendi-sendi kaki akibat asam urat pun lenyap.

Yang paling menggembirakan, parkinsonnya ikut membaik, meski konsumsi obat dokter ia turunkan dosisnya. Setelah 5 bulan konsumsi gamat, tangannya hanya sesekali saja bergetar. Itu pun getarannya halus, tidak terus-menerus. Oleh kerana itulah, konsumsi obat dokter ia hentikan dan obat antihipertensi serta jantung dikurangi.

Sudah 7 bulan Adang rutin minum ekstrak teripang itu. Ia tak menyangka, konsumsi gamat yang ditujukan untuk asam urat dan mag, juga mampu redakan parkinson. Berkat gamat, Adang bisa tidur nyenyak dan beraktivitas seperti biasa. Pria penuh semangat itu tak perlu lagi kawalan sopir saat berkendaraan.

Ekstrak gamat mengandung enzim Super Oxide Dismutase (SOD), seng, vitamin E dan betakaroten. Keempatnya merupakan antioksidan, kata dr Hardhi. Antioksidan mengurangi efek degenerasi sel yang bisa menjadi salah satu pemicu parkinson. Dengan banyak mengkonsumsi antioksidan, kerusakan sel yang memproduksi dopamine dapat ditekan. Itu sejalan dengan temuan ahli nutrisi Malaysia, Walter Kee Mun Yee.

Kee menemukan gamat mengandung EPA (Eicosapentaenoic acid) dan DHA (Docosahexaenoic acid) yang berfungsi untuk kecerdasan dan berhubungan dengan pertumbuhan simpul-simpul saraf. Tak heran, jika gangguan pada sistem saraf yang dialami Adang dapat membaik berkat gamat yang dibarengi dengan pengurangan konsumsi obat jantung dan antihipertensi. Sampai sekarang, Adang senantiasa konsumsi gamat untuk menjaga kesehatannya.

(Nesia Artdiyasa/Peliput: Kiki Rizkika)

SOLUSI MENGOBATI PARKINSON DENGAN OBAT ALAMI

MENGAPA HARUS DENGAN OBAT ALAMI ?

SIMAK DULU PERBEDAAN OBAT ALAMI DAN OBAT KIMIA

 

Obat kimia:

1. Lebih diarahkan untuk menghilangkan gejala-gejalanya saja.

2. Bersifat sympthomatis yang hanya untuk mengurangi penderitaannya saja.

3. Bersifa paliatif artinya penyembuhan yang bersifat spekulatif, bila tepat penyakit akan sembuh, bila tidak akan menjadi racun yang berbahaya.

4. Lebih diutamakan untuk penyakit-penyakit yang sifatnya akut (butuh pertolongan segera) seperti asma akut, diare akut, patah tulang, infeksi akut dan lain-lain.

5. Reakdi cepat, namun bersifat destruktif artinya melemahkan organ tubuh lain, terutama jika dipakai terus-menerus dalam jangka waktu lama.

6. Efek samping yang bisa ditimbulkan iritasi lambung dan hati, kerusakan ginjal, mengakibatkan lemak darah.

Obat Herbal/alami :

1. Diarahkan pada sumber penyebab penyakit dan perbaikan fungsi serta organ-organ yang rusak.

2. Bersifat rekonstruktif atau memperbaiki organ dan membangun kembali organ-organ, jaringan atau sel-sel yang rusak.

3. Bersifat kuratif artinya benar-benar menyembuhkan karena pengobatannya pada sumber penyebab penyakit.

4. Lebih diutamakan untuk mencegah penyakit, pemulihan penyakit-penyakit komplikasi menahun, serta jenis penyakit yang memerluakan pengobatan lama.

5. Reaksi lambat tetepi bersifat konstruktif atau memperbaiki dan membangun kembali organ-organ yang rusak.

6. Efek samping hampir tidak ada, asalkan diramu oleh herbalis yang ahli dan berpengalaman.

AWAS !!! Waspadai Efek Samping Obat Kimia


Sedangkan proses penyembuhan secara garis besar digolongkan menjadi 3, yaitu:

1. Proses penyesuaian tubuh, dimana tubuh menyesuaikan sistem metabolisme untuk bisa memanfaatkan pengobatan yang diberikan. Reaksi yang mungkin muncul berbeda-beda pada tiap individu, misal: pusing, mual, sakit perut.

2. Proses detoksifikasi, dimana tubuh mengeluarkan racun atau zat-zat berbahaya dari dalam tubuh ketika/setelah menerima pengobatan. Reaksi yang mungkin muncul: batuk-batuk, pilek, demam, gatal-gatal, borok, banyak mengeluarkan keringat, sering buang air kecil dan besar.

3. Proses regenerasi, dimana setelah menerima pengobatan, tubuh menganti sel-sel lama dengan sel-sel baru untuk memperbaiki sel, jaringan atau organ yang telah rusak.

Reaksi yang mungkin muncul: rasa sakit pada bagian tubuh tertentu, kulit pecah-pecah, badan lemas, demam, dll. Proses penyembuhan yang terkadang menimbulkan reaksi tidak nyaman di atas, harus dialami oleh tubuh supaya tubuh bisa mengalami kesembuh

INI SALAH SATU CONTOH KASUS BAHAYA OBAT KIMIA

 

Purworejo, CyberNews. Nasib sial dialami Sumino (26), warga RT 02/ RW 01 Desa Ponggok, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Maksud hati berobat supaya sembuh dari demam yang dideritanya, malah dia terkena penyakit baru. Hampir seluruh kulit di badannya gosong melepuh. Diduga Sumino keracunan obat.Ditemui di ruang rawat inap Puskesmas, Cangkrep, Purworejo, Rabu (2/4),Dokter Ismanto menjelaskan, dari hasil diagnosa sementara diketahui Sumino terkena slein rash dan eryten yang luas. Jika dibiarkan, maka kondisinya sampai pada steven yansen syndiance. "Kemungkinan pasien memang keracunan obat yang diminum sebelumnya.

Hampir seluruh kulit di badannya bengkang. Mulai dari bibir, kelopak mata, kulitnya bersisik hitam dan timbul sulcus peradangan. "Diagnosa sementara kita simpulkan karena drug eruption atau keracunan obat," katanya.(Nur Kholiq /CN05)

 

JANGAN SAMPAI HAL INI TERJADI PADA DIRI ANDA!

MULAI DETIK INI GUNAKANLAH OBAT HEBAL ALAMI !

KESEMPATAN EMAS UNTUK (10) SEPULUH ORANG YANG ORDER HARI INI AKAN MENDAPATKAN FASILITAS PENGIRIMAN BARANG TERLEBIH DAHULU ,DAN SETELAH BARANG SAMPAI DI TANGAN ANDA SILAHKAN TRANSFER UANGNYA SERTA KONFIRMASIKAN MELALUI SMS DENGAN FORMAT DAN KETENTUAN SILAHKAN KLIK IKON ORDER DI BAWAH INI !

INFORMASI PARKINSON

Nama penyakit parkinson diambil dari nama penemunya, James Parkinson. Menurut Ketua Yayasan Peduli Parkinson Indonesia, dr Banon Sukoandari, Sp.S., parkinson adalah
penyakit degenerasi yang menyerang otak karena kurangnya dopamine dalam otak.parkinsons_disease"Gejala utamanya, gangguan pergerakan, dan gangguan non motorik. Pada banyak penyandang parkinson, ada gangguan kognitif dalam berbagai derajat," kata Banon yang ditemui dalam acara memperingati hari parkinson "Senada Seirama Bersama Parkinson: Yuk Main Angklung" di Jakarta, Minggu (2/5/2010).

Penyakit parkinson, menurut Banon, sulit dicegah dan disembuhkan karena penyebabnya sendiri sulit diketahui pasti. Yang jelas, ketika individu kehilangan lebih dari 80 suplai dopamine, zat penting dalam proses pengiriman sinyal antara sel-sel saraf otak untuk mengatur gerakan, maka individu akan mengalami beberapa

gejala parkinson.

"Pertama, gemetar tak terkontrol di tangan atau kaki saat istirahat. Kedua, kaku anggota gerak. Ketiga, gerakan melambat, gangguan berjalan, dan gangguan keseimbangan," kata Banon.Untuk mengurangi gejala-gejala tersebut, dapat dilakukan dengan beberapa terapi seperti levodopa, carbidopa, dan entacapone yang membantu mengontrol gerakan tubuh penyandang parkinson. Selain itu, diperkenalkan pula terapi musik, yang membantu penyandang memulai gerakan berdasarkan ritme musik. "Di luar negeri sudah mulai dilakukan, musik disesuaikan dengan kesukaan pasien," ujar Banon.

Adapun usia yang rentan terserang parkinson adalah 60 tahun meskipun 1 dari 20 kasus menyerang pasien usia 40. Prevelensi penyakit parkinson di dunia mencapai sekitar 6,3 juta. Sebanyak 1,6 per 100 orang di atas 65 tahun dan 1 per 50 orang di atas 80 tahun terserang parkinson. "Meski secara ilmu pengetahuan tidak bisa dicegah, ada baiknya dengan pendekatan lingkungan. Pelihara lingkungan dengan sebaik-baiknya, jangan buang batrai bekas atau pestisida sembarangan," demikian dr Banon.Terapi penyakit
Pentingnya Musik bagi Pasien Parkinson

Musik adalah salah satu terapi yang ditawarkan untuk beberapa penyakit degenerasi otak, termasuk penyakit parkinson. Menurut dr Rocksy Fransisca dalam Bincang Santai Tentang Parkinson yang digelar di Museum Nasional, Jakarta, Minggu (2/4/2010), musik jenis
ritmik dapat membantu penyandang parkinson mengawali suatu gerakan.

"Manfaat musik untuk parkinson, pertama, ritme. Kalau bagi kita, angkat kepala itu reflek, gampang, tapi bagi penyandang parkinson sangat sulit. Untuk itu, manfaat musik sangat baik bagi mereka memulai gerakan," kata dr Rocksy.

Meskipun begitu, tiap penyandang parkinson, kata dr Rockys, memiliki kepekaan terhadap jenis musik yang berbeda-beda. "Ada yang lebih peka dengar gamelan Jawa, inget waktu masih kecil suka tari Jawa, ada yang musik China, dari Sumatera Barat, juga bagus," katanya. Musik apa pun yang sesuai dengan latar belakang budaya masing-masing penyandang parkinson dapat menjadi terapi yang baik.

Selain musik, suara alami juga dapat melatih gerakan para penyandang parkinson. "Musik yang ada suaranya bagus karena suara bisa melatih gerakan. Suara yang kita keluarkan sendiri juga bagus," tambah dr Rocksy Sayangnya, menurut dr Rocksy, di Indonesia belum banyak rumah sakit atau klinik yang menyediakan terapi musik bagi penyandang parkinson. Untuk itu, dr Rocksy memberikan beberapa tips bagi penyandang parkinson untuk terapi di rumah. "Tips untuk dicoba dirumah, eksplorasi berbagai jenis musik, temukan lagu-lagu yang membuat Anda ingin bergerak," katanya.

Kemudian, lagu-lagu yang cocok dengan masing-masing penyandang sebaiknya dikoleksi dalam suatu perangkat yang mudah dibawa, seperti iPod. Selain itu, eksplorasilah jenis musik yang membuat penyandang ingin bernyanyi. Terakhir, kata dr Rocksy, ada baiknya
penyandang tetap bergabung dalam komunitas. "Tetap bersosialisasi," imbuhnya.

Untuk diketahui, penyakit parkinson merupakan penyakit yang menyerang otak. Gejala utama penyakit ini berupa gangguan pergerakan, seperti gemetar, kaku sendi, danpergerakan motorik yang melambat hingga berujung pada ketidakseimbangan postural yang membuat penyandang mudah sekali jatuh. Adapun hari parkinson sedunia jatuh pada 11 April. Untuk memperingatinya, Yayasan Peduli Parkinson dan Novartis menggelar acara bertajuk Senada
Seirama Bersama Parkinson: Yuk Main Angklung.Mutasi Genetik pada Penyakit ParkinsonWalau penelitian tentang penyakit parkinson banyak dilakukan, penyebabnya belum juga diketahui. Para ilmuwan menduga, penyakit ini disebabkan oleh adanya
kombinasi dari berbagai faktor genetika dan lingkungan.Sebuah kajian terbaru mengenai parkinson menyebutkan, terjadi mutasi genetik pada gen LRRK2, yakni gen yang
mengatur pelepasan dopamin dan mengontrol gerakan motorik. Dopamin adalah zat kimia yang mengirim sinyal ke bagian otak yang bernama korpus striatum. Sinyal
inilah yang membantu otot melakukan gerakan dengan lancar dan terkontrol.

Pada pasien parkinson, terjadi mutasi yang membuat fungsi normal LRRK2 terganggu sehingga terjadi gangguan pada fungsi motorik, seperti tremor, kekakuan tangan
dan tungkai, dan sulit mengatur keseimbangan.Penelitian tersebut dilakukan pada mencit di
laboratorium oleh sejumlah peneliti dari Mount Sinai School of Medicine, Amerika Serikat.

Penyakit parkinson pertama kali diperkenalkan James Parkinson di Inggris tahun 1817. Penyakit ini ditandai dengan menurunnya sel-sel saraf secara progresif pada
beberapa bagian otak yang mengendalikan gerakan otot.Pestisida Picu Parkinson

Berhati-hatilah dalam menggunakan bahan-bahan yang mengandung pestisida karena penumpukkan pestisida di tubuh bisa menyebabkan timbulnya penyakit parkinson.
Karena itu, orang-orang yang pekerjaannya mengharuskan ia banyak melakukan kontak dengan pestisida perlu waspada.Dalam penelitian yang dilakukan tim dari Parkinson's
Institute di California, AS terhadap 519 pasien parkinson dan 511 orang sehat, para peneliti mewawancarai mereka tentang riwayat pekerjaan dan paparan racun yang dialami, termasuk pestisida dan cairan pelarut.

Memang mereka yang bekerja di bidang agrikultur, pendidikan, tenaga kesehatan atau tukang las tidak terkait langsung dengan parkinson. Tetapi, para peneliti menemukan 8,5 persen pasien parkinson adalah orang yang sering terpapar pestisida, bandingkan dengan

5,3 persen yang tidak terkena parkinson."Hasil riset ini memberikan bukti hubungan kasual
antara paparan pestisida dan parkinson. Yang perlu diketahui adalah kata pestisida punya cakupan yang luas, bukan hanya pupuk tapi juga bahan-bahan kimia lain," kata Dr.Caroline M. Tanner, peneliti.

Dalam penelitian ini para ahli secara spesifik mengidentifikasi 8 jenis pestisida yang punya kadar racun paling tinggi berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Tiga komponen, baik organik (dichlorophenoxyacetic acid), herbisida (paraquat), dan insektisida (permethrin), ternyata meningkatkan risiko penyakit parkinson. Menurut pemeriksaan laboratorium, tiga komponen tersebut berpengaruh pada dopamin.Radikal bebas sisa metabolisme tubuh maupun zat bersifar racun terhadap saraf seperti zat besi, herbisida, pestisida, bisa menyebabkan degenerasi neuron (sel pengantar impuls dalam sistem saraf) dan
kerusakan sel otak di substansia nigra. Akibatnya kadar dopamin di otak menurun.

Rendahnya kadar dopamin, bisa menyebabkan gangguan pada bagian otak yang mengatur gerakan yang bisa diatur (volunteer) dan gerakan yang tak bisa diatur (involunteer).

Gejala utama penyakit Parkinson, adalah tremor (gemetaran), rigiditas (kekakuan terutama pada gerakan otot leher, lengan, tungkai yang terlihat dengan gerakan terpatah-patah), akinesia/bradikinesia (gerakan lamban, kedipan mata berkurang, otot muka kurang bergerak, suara mengecil dan monoton, refleks menelan lambat, dan air liur menetes keluar) dan postural reflex terganggu yang menyebabkan penderita sering jatuh.

Parkinson Sulit DidiagnosisPenyakit parkinson sangat sulit didiagnosis karena gejalanya mirip dengan gejala penyakit lain dan kecil kemungkinannya dua pasien memiliki gejala atau prognosis yang sama. Di Amerika ada 1,5 juta penyandang parkinson, sementara di Indonesia data lengkapnya belumada.”Yang saya tahu di poliklinik saraf RSCM, tahun 2005, ada 219 penyandang parkinson yang berobat,” kata dr Banon Sukoandri SpS, Ketua Yayasan Penyandang Parkinson Indonesia, di Jakarta, Sabtu (4/4).Parkinson adalah penyakit neurologik kronis progresif yang menyebabkan ketidakmampuan gerak yang semakin memburuk dan semakin mengganggu karena terjadi secara jangka panjang.

Menurut dr Banon, Indonesia pada 1990-2025 akan mengalami kenaikan jumlah penduduk usia lanjut sebesar 414 persen. Ini disebabkan angka harapan hidup orang Indonesia mencapai 70 tahun atau lebih pada 2015-2020.Dengan kondisi tersebut, prevalensi penyakit-penyakit yang ditemukan pada golongan usia lanjut mengalami
kenaikan, termasuk di dalamnya penyakit degenerasi otak.

Penyakit parkinson, yang merupakan salah satu penyakit degeneratif otak tersering kedua setelah demensia Alzheimer, prevalensinya diperkirakan 1-3 persen pada
orang berusia di atas 65 tahun.Pada dekade terakhir, parkinson semakin banyak menyerang usia lebih muda, yaitu golongan usia produktif, awal 40 tahun,” kata dr Banon.

Empat gejala utama

Walau sulit didiagnosis, ada empat gejala utama parkinson. Gejala paling umum yang sangat dikenal adalah tremor istirahat, yaitu gemetar tidak terkontrol— biasanya terjadi pada tangan atau kaki—saat keadaan istirahat.Selain itu, banyak pasien yang mengalami rigiditas otot (kekakuan anggota gerak), bradikinesia(gerakan melambat), gangguan berjalan (berjalan yang kacau), dan perubahan postur (gangguan keseimbangan).Gejala-gejala itu meningkat dan berdampak pada kemampuan penderita untuk bekerja dan berfungsi. Penderita banyak yang juga menderita gangguan pikiran, seperti depresi, demensia (pikun), bingung, dan agitasi.

Walau patologi (kelainan) pada penyakit parkinson teridentifikasi, penyebabnya tak diketahui pasti. Yang jelas, individu yang kehilangan lebih dari 80 persen suplai dopamine (diproduksi substansia nigra) cenderung memperlihatkan gejala parkinson. Dopamine adalah zat penting dalam proses pengiriman sinyal di antara sel-sel saraf otak pengontrol gerakan. Di dunia,
prevalensi parkinson diperkirakan hingga 6,3 juta. (LOK)

 

Pengelola : Agus Supriatna,Ir Jl.Subyadinata No.41 Jayaraga Garut-Jawa Barat 44151

Hp.081321864017

www.obat-pengobatanalami.com